Langsung ke konten utama

Teka Teki Merindu






Tiga hari yang lalu, sejak dia, sang matahari tak muncul menyinari bumi.
Ah mungkin saja matahari sedang lelah...

Matahari yang senantiasa memberikan cahayanya untuk kehidupan yang lebih baik, meskipun terkadang terasa terlalu terik, mungkin karena diri ini manja tidak cukup bersahabat dengan matahari.
Aku pun mencoba menjaga kehormatan rasa, bertahan dalam kerinduan, bertahan dalam sepi dan senantiasa terus memperbaiki diri sampai matahari kembali menyapa. Begitu sederhana kata rindu, tetapi dapat membuat seseorang yang merindu terus berbenah sampai-sampai bias menghasilkan sabda rindu yang sungguh indah, melantun dalam nada atau tulisan. Sungguh merugi seorang yang merindu, terpisah jarak dan terhalang keadaan, tapi tak menghasilkan sabda rindu yang indah.

Bertanya-tanya terus dalam hati, apa yang sedang terjadi? Sedang apa sang matahari? Lelahkah engkau menyapa disetiap pagiku? Ada bibir yang senantiasa terus berdoa, ada hati yang senantiasa terus percaya, semoga semua baik-baik saja.

Tidak ada usaha? Bukan seperti itu…

Mungkin hanya lebih menjaga kehormatan rasa, terselubung dalam hati dan ucapan doa kepada Tuhan. Semua urusan memang akan lebih mudah jika kita percaya pada Tuhan.

Pagi ini, tiba-tiba perasaan cemas melanda. Apa yang terjadi pada perasaan ini, tidak kah perasaan cemas akan rindu ini hanya sebuah perasaan picisan? Terucap keluh kesah kepada Tuhan, meminta semuanya semoga baik-baik saja, semoga rindu ini tidak menjadikan dosa, dan ada cahaya matahari yang muncul. Benar, Tuhan menjawab doa pagi tadi.

Tuhan mengembalikan cahaya sang matahari untuk menyinari bumi, memberi alasan untuk tersenyum, memperbaiki rasa cemas akan gelapnya hari, menyemangati asa agar tidak menyerah pada keadaan yang tidak sesuai. Ya, begitu indahnya karya Tuhan. Setiap jengkalnya memberi arti bagi manusia yang mampu memahaminya, pun rindu yang tercipta memberi arti tentang kehormatan rasa yang tercipta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...