Langsung ke konten utama

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️

Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?!

Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA.
Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia πŸ™‚
Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memaksakan keadaan lebih tepatnya.

Kalau ada yang nanya kenapa aku belum menikah? Jangan mikir aku ini orangnya suka main-main dan ga bisa diajak serius. Orang pernah gagal itu bakal mikir 100x sampai akhirnya memutuskan pilihannya. Jadi misal deket sama si A, terus ga jadi. Deket sama si B, ga jadi. Jangan serta merta seenaknya judge kalau orang ini ga bener yhaaa!!! Kan yang tau persis gimana perasaannya, cuma orang yang ngalamin. Please, stop! Jangan pernah komentar dan membandingkan hidup satu orang dengan orang lainnya, kita ga pernah tau masalah persis orang lain seperti apa. Jadi lebih baik, diem aja, hargai manusia lainnya. Tapi sebenernya secara ga sadar masih ada trauma, takut kalau gini lagi, gitu lagi, ini lagi, itu lagi. Halah. 

Keinget lagu judulnya STAND OUT FIT IN.
Hari ini denger lagu ini sendiri dari jam 14.00 WIB sampe nulis ini pun masih dengerin. Hahaha!
Pokoknya kita jadi orang ga boleh bikin sedih orang lain ya. Mau secara verbal ataupun no verbal, karena kita sendiri ga tau perasaan mereka, seneng apa ga diomongin kayak gini gitu.

WE DESERVE TO BE HAPPY 😊 
See you... ♥️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...