Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kampungs. (2)

Jadi ini lanjutan curhat kemarin. Di kampung ini aku mau tidak mau, harus bisa menyesuaikan diri. Ya beginilah hidup di kampung, resiko diomongin lebih banyak. Apalagi kalau semua keluarga ada disini, dan kitanya beda sendiri. Btw ini nulis curhatnya sambil duduk-duduk di atas keramba, tenang banget disini ditemani semilir angin sungai Mahakam. Nyambung cerita yang kemarin, intinya aku disuruh segera nikah. Kalau perlu orang sini aja, nikahnya disini aja biar keluarga sini bisa bantu siapkan. Kalau di Jawa kan ga ada yang bantu. Haha :) Gitu katanya.

Kampungs.

BEDA. Itu kesan pertama yang aku rasain tiap pulang ke kampung mamakku di Kalimantan Timur. Yg bikin beda disini tu, keluarganya banyak, ga pernah sepi, mau numpang mandi dimanapun bisa, kalau suntuk ya tinggal cemplungin kaki di Sungai Mahakam. Wkwk Ga sih, itu gambaran umum aja. Kalau kesini bisa ditempuh sekitar 3-4 jam dari Kota Balikpapan tanpa macet ya. Kalau macet yaudah bayangin sendiri lamanya kayak apa, Ada satu yang bikin ga aneh banget disini waktu kerasa cepet banget. Tau-tau udah dzuhur, tau-tau udah ashar, tau-tau udah subuh lagi. Seriusan jam 20.00 WITA udah ngantuk banget disini. Padahal kalau dibawa ke Jawa, itu masih jam 19.00 WIB. Kan bayi banget ya ngantuk jam 7 malem 🤣 Dengan membawa kehidupan seorang wanita yang bekerja di kota, jujur aku kikuk banget tiap kali pulang kesini. Gimana ga? Cewek disini cuma berkutat diurusan kasur-dapur doang. Urusan nyalain bara api buat bakaran mereka jago, urusan nyalain laptop. Jangan harap 🙄 Patokan nikah cewek ...

Apakah Kita Berhak Memilih?

Kata orang-orang kita selalu punya pilihan, kemana kaki kita akan melangkah, kemana hati kita akan berlabuh, dan kemana otak kita akan berfikir. Tapi sepertinya aku kesusahan dalam hal satu ini. Seakan otak ini tidak bisa berfikir, kaki tidak bisa melangkah, apalagi hati... Seiring waktu, semua terasa menjadi salah. Ketika hati sudah memilih, tetap ada saja fikiran di otak ini yang menuntut juga untuk dipahami, itu juga yang mempengaruhi kaki ini untuk melangkah. Sebenarnya aku mau apa sih? Di dalam kamus hidupku, aku selalu berjanji untuk tidak menyusahkan orang lain, aku ambil semua resiko, aku bisa (terlihat) bahagia, yang terpenting orang lain bahagia ketika ada aku. Yang harus kita pahami, jangan sampai orang lain tidak bahagia berada disekitar kita. Kita tidak bisa memilih kapan akan jatuh cinta, dengan siapa kita jatuh cinta, kapan akan menemukan pasangan hidup, bagaimana kelanjutan perasaan kita. Semua itu terjadi alami. Yang aku tau, cinta itu mengasihi, memprioritaskan,...

Maaf, Aku Boros

Sepertinya aku tidak akan berhenti memohon maaf setiap kali melakukan keborosan dan ditegur oleh orang disekitarku. Aku sadar ini salah, dan pasti akan selalu meminta maaf kalau boros. Hehehe Maybe karena pengalaman masa kecil yang ga enak. Mau beli apa-apa serba kesusahan, harus puasa berhari-hari cuma untuk beli barang yang dipengenin. Seringnya harus terima keadaan bahwa ga bisa beli ini itu kayak temen-temennya, karena ga bisa bebas minta uang ke ortu buat beli-beli. Ga bisa kesana kemari kayak temen-temennya, karena ga punya budget punya jalan. Boro-boro jalan, buat jajan aja ga bisaaaa.... 😅 Sekarang udah kerja, memaksimalkan 24 jam sebaik mungkin, dengan kerjain apa yang bisa dikerjain, punya pendapatan, bisa nutup kebutuhan pribadi dan kebutuhan rumah, bikin pikiran bawah sadar ingin mewujudkan semua keinginan masa kecil yang belum kesampaian. Yang pas jamannya cuma bisa mupeng sama temen-temennya. Tapi ya aku sadar, ga bisa terus-terusan kayak gini. Butuh orang yang sela...

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

#2019HarusBahagia (1)

2019 ini merupakan tahun politik di Indonesia karena diadakannya pemilu untuk presiden dan anggota legislatif. Tapi selow lah ya, aku ga bakal bahas politik disini. Cukup di dunia kerja aja mikir politiknya, disini shantay shantay aja shaaay... Hehehe Kenapa pake judul #2019HarusBahagia? Flash back ke kejadian 3 tahun lalu deh ya, pernikahan gagal. Ga usah diceritain detailnya deh ya, kayaknya aku pernah posting deh dengan judul “Kita itu Lucu”. Ga sampe situ, tahun 2017 sepertinya jadi tahun terberat dihidupku. Gimana engga, tanggal 2 November 2017 ibuk meninggal 😢 (ini bakal aku tulis di postingan tersendiri, ga mau cerita disini). 2018 tahun penyesuaian tanpa ibuk. Terus asmaranya gimana? Ga gimana-gimana. Aslinya sih cengengesan kalau disinggung soal masalah cinta cintaan, tapi kalau pas lagi sendiri jadi mikir aneh-aneh cuuyy... Secara ga langsung kondisi psikis masih down walau bisa membuka hati untuk mempersilakan orang baru, tapi ga bisa bohong kalau bayang-bayang ma...

Setelah Sekian Lamaaaa.....

Ciwiiiiii setelah sekian lama ga pernah posting, akhirnya tergerak hatiku lagi buat nyampah. Wkwk 😃  Sebenernya banyak banget cerita yang pengen aku tulis ya, tapi entah kenapa kemarin-kemarin ga keinget apa-apa selain nglamun. Okee sekarang mau mulai darimana, bingung juga saking banyaknya yang kelewatan. Hahaha Ini basa basi dulu lah, itung-itung warming up setelah sekian lama berdiam diri, membisu, terpaku, pada kenyataan, bahwa hidup itu, tidak selalu menyenangkan. Sok kuatnya kemarin-kemarin bisa runtuh, kalah sama depresi, gegara terlalu banyak "kehilangan". Tapi sekarang harus happy lagi, new year, new life. See you.... 💓