Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh.
Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut.
Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang selalu mengusik benak dan menjadi beban fikiran saya beberapa waktu lalu. Bukan untuk menghindari keramaian atau menyendiri dengan beban sendiri, tetapi melakukan meditasi. Meditasi yang saya lakukan tidak dengan bertapa di gua, melainkan introspeksi diri seusai melakukan ibadah sholat, juga pada saat malam hari ketika semua keheningan muncul, saat itulah saat paling sakral untuk "bercinta" dengan Tuhan. Menceritakan semua keluh kesah kepada-Nya Yang Maha Asyik. Kenapa saya terlalu lama di rumah dan tak segera mendapat pekerjaan? Padahal saya rajin bertawakal dan berikhtiar. Tapi saya selalu mengingat ayat :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs Al Baqarah : 153)
Bersabar menanti Tuhan menjawab doa-doa saya. Jika belum terkabul, berarti saya juga kurang rajin meminta dan kurang rajin beribadah tepat waktu. Selalu positive thinking, itu lah cara menghibur diri paling mujarab.
Saya belum bisa menerjemahkan "kode" dari Tuhan, sehingga saya belum mengetahui harus bagaimana untuk melewati kondisi ini, sedangkan disisi lain orang tua sangat mengharapkan saya segera mendapat pekerjaan, tentunya yang saya inginkan dan selalu minta kepada Tuhan adalah pekerjaan yang berkah untuk kehidupan saya, tak menjauhkan saya kepada-Nya dan bermanfaat bagi keluarga serta orang-orang disekitar saya.
Sampai memasuki bulan ramadhan tahun ini, saya semakin sering "bermesraan" dengan Sang Maha Segalanya. Saya berbisik di tiap malam, apa yang kurang dari saya sehingga Tuhan belum melancarkan usaha saya? Ternyata memang benar ada yang berkata "Ramadhan adalah bulan penuh berkah". Ramadhan kali ini, Tuhan membuka mata saya, membuka mata untuk mengetahui apa sebenarnya "kode" Tuhan yang selama ini belum bisa saya mengerti. Ternyata Tuhan menunggu saya untuk mengenakan hijab untuk menutup aurat, dan memperindah akhlak saya. Ketika saya meminta ijin kepada orang tua dan memutuskan untuk berhijab, kegelisahan yang pernah saya rasakan sedikit demi sedikit telah memudar, hati semakin tenang dalam menghadapi setiap masalah, karena semua niat tulus itu berasal dari hati keinginan pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun. Barakallahu, pada bulan ramadhan ini pula saya mendapat pekerjaan, yang sesuai dengan doa saya dan keinginan orang tua. Tak berhenti sampai disitu, pekerjaan lain yang sudah saya apply sejak jauh-jauh hari juga menunjukkan respon positif, banyak panggilan kerja sampai saya harus menolak karena sudah mendapatkan pekerjaan di Kota Semarang. Subhanallah, sungguh nikmat Allah tak terkira dan tak terhingga jika kita mau berserah diri kepada-Nya.
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman : 55)
Seringlah kita "bermesraan" dengan Tuhan, mintalah sesering mungkin, introspeksi diri jika kita belum juga mendapat nikmat itu, tetap positive thinking dan serahkan semua urusan kita kepada Tuhan Yang Maha Segalanya.
Ditulis oleh : Anindya L
Pukul : 16.00 WIB
Durasi waktu : 20 Menit
Komentar
Posting Komentar