Langsung ke konten utama

Kita itu Lucu (2)

Bertengkar sudah pasti sering, menangis sudah pasti terjadi setiap kali merasa tersakiti, mencoba memperbaiki sudah pasti karena bertahan selama 9 tahun, mencoba bahagia dengan konsekuensi dapat cemoohan dari orang-orang yang tidak tau masalah kita yang menganggap aku brengsek karena bersenang-senang membunuh waktu ketika kamu sibuk sampai larut malam.

Hai, ketika aku mau melanjutkan pernikahan ini ketika aku sudah memutuskan untuk membatalkannya, apa penghargaanmu?
Aku masih tetap sendiri, tanpa teman cerita, bekerja sendiri, kemana-mana sendiri, menyelesaikan masalahku sendiri, hidup sendiri.

Hai, kemana orangtuamu ketika kita melangsungkan acara penting bernama akad nikah? Mereka tidak hadir. Saat resepsi? Mereka tetap tidak ada. Aku tidak merasa punya orangtua kedua setelah orangtua kandungku. Bahkan sekarang orangtuaku ikut membelamu.

Kamu sudah menjadi bagian keluargaku, tapi untuk bersosialisasi dengan mereka pun kamu malas. Lebih senang berdiam diri di kamar, menonton tv, tanpa rasa bersalah walaupun aku ada di kamar itu juga, kamu tetap sibuk dengan duniamu sendiri.

Ketika aku memimpikan kehidupan bahagia setelah menikah? Ternyata aku belum bisa mendapat itu. Entah apalagi yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa berdiam diri di dalam kamar kos, meratapi setiap egoku, impian yang tidak terwujud, dan rasa lelah yang luar biasa tak terobati sampai saat ini.

KITA ITU LUCU, IYA KAN?!!!

Aku wanita yang mau diusahakan, butuh effortmu, butuh inisiatifmu, butuh teman hidup, butuh bersandar untuk beristirahat, butuh "rumah" untuk pulang.

Sepertinya impianku yang pernah aku tulis di "Dear My Future Husband" sama sekali tidak aku dapat.

...............

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...