Langsung ke konten utama

Pendakian Perdanaku

Kalian hobi berlibur? Atau sekedar hobi jalan-jalan untuk menghabiskan waktu dihari libur? Pernahkan kalian terfikir untuk menikmati liburan dengan melakukan pendakian gunung? Begitulah saya, yang hobi travelling, menghabiskan waktu dihari libur untuk mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi bersama teman-teman. Jangan salah, perempuan itu kuat, selalu semangat jika diajak bepergian meskipun harus outdoor dan berpanas-panasan. Sudah nggak jaman perempuan hanya berdiam diri di rumah dan hanya menghabiskan waktu luang untuk jalan-jalan di mall. 
Beberapa waktu lalu saya mengisi waktu luang saya untuk mendaki gunung bersama teman-teman, mungkin bagi teman-teman lainnya itu adalah pengalaman mendaki gunung untuk kesekian kalinya, tapi beda dengan saya, itu adalah pengalaman pertama saya untuk melakukan pendakian gunung. Dimulai dari gunung terdekat dahulu dari domisili saya di Kabupaten Grobogan, yaitu Gunung Ungaran 2050 mdpl yang terletak di Kabupaten Ungaran Jawa Tengah Indonesia. Pada pendakian perdana saya pada tanggal 10-11 Mei 2014 di Mt Ungaran, start dari pos mawar yang ada di Desa Sidomukti, berjarak sekitar 500meter dari obyek wisata Umbul Sidomukti.
Tanggal 10 Mei kita memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di pos mawar tersebut, meski jauh dari toko dan restaurant cepat saji, kita tetap makan kenyang dan enak dengan sandwich, roti bakar, dan frenchfries yang bahan-bahannya sebelumnya kita beli disalah satu swalayan di Kota Semarang.


Kebayang kan gimana enaknya liburan kita waktu itu? Meski di gunung tidak ada restaurant, kita tetap bisa menikmati makanan enak ala restaurant.
Pagi menjelang, 11 Mei 2014 saya bersama teman-teman packing barang-barang bawaan untuk sebagian dibawa untuk mendaki sampai ke puncak Mt Ungaran. Kita start dari pos mawar pada pukul 07.00 WIB dan sampai di puncak pada pukul 11.30 WIB. Perjalanan tentu saja melelahkan, apalagi ini adalah kali pertama saya mendaki gunung, tapi jangan khawatir, alam selalu memberikan pemandangan yang sangat indah untuk dilewatkan, udara pun sangat sejuk, sangat cocok untuk menyegarkan pernapasan setelah sering terkena polusi udara kota yang sehari-hari kita hirup. Biasakan untuk mengabadikan setiap moment saat kita bepergian kemana pun.


Sumber Mata Air Mt Ungaran

Kebun Teh
Mulai dari sini kita harus 'sedikit' bersusah payah karena perjalanan sudah mulai memilah jalur yang akan dilewati karena jalur berbatu dan licin, hati-hati juga pada jalur ini banyak 'ranjau' tersebar.


Akhirnya kita sampai puncak!!!
Saatnya makan bekal utama yang kita bawa, yaitu semangka kuning tanpa biji dan nata de coco.

Sampai puncak ada rasa kepuasan tersendiri, sangat bahagia bisa menaklukkan gunung hingga puncaknya, rasa lelah yang ada, terhapuskan. Tapi ada satu kesedihan ketika mendapati tugu monumen di puncak Mt Ungaran ini telah dicorat-coret oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan merusak keindahan monumen ini, istilah tersebut sering disebut dengan vandalisme. Semoga dikemudian hari, aksi-aksi tidak bertanggungjawab seperti ini dapat berkurang atau hilang karena hanya merusak keindahan suatu tempat saja.
Ketika muda, travelling lah, bersama teman-teman berkeliling Indonesia. Explore tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia, abadikan setiap moment perjalanan yang ada, agar semua orang tahu, Indonesia itu sangat indah dan sangat pantas untuk dibanggakan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...