Langsung ke konten utama

Maaf, Aku Boros

Sepertinya aku tidak akan berhenti memohon maaf setiap kali melakukan keborosan dan ditegur oleh orang disekitarku. Aku sadar ini salah, dan pasti akan selalu meminta maaf kalau boros. Hehehe
Maybe karena pengalaman masa kecil yang ga enak. Mau beli apa-apa serba kesusahan, harus puasa berhari-hari cuma untuk beli barang yang dipengenin. Seringnya harus terima keadaan bahwa ga bisa beli ini itu kayak temen-temennya, karena ga bisa bebas minta uang ke ortu buat beli-beli. Ga bisa kesana kemari kayak temen-temennya, karena ga punya budget punya jalan. Boro-boro jalan, buat jajan aja ga bisaaaa.... 😅

Sekarang udah kerja, memaksimalkan 24 jam sebaik mungkin, dengan kerjain apa yang bisa dikerjain, punya pendapatan, bisa nutup kebutuhan pribadi dan kebutuhan rumah, bikin pikiran bawah sadar ingin mewujudkan semua keinginan masa kecil yang belum kesampaian. Yang pas jamannya cuma bisa mupeng sama temen-temennya.

Tapi ya aku sadar, ga bisa terus-terusan kayak gini. Butuh orang yang selalu dan ga cape buat ingetin aku buat hemat. Susah pasti bilangin orang yang bandel kayak aku, tapi aku selalu berterimakasih sama orang yang ga cape buat ingetin aku. Aku suka diperhatiin, aku suka diomelin. Ga usah jadi galak dan menyebalkan untuk aku dengerin, cukup bikin aku respect sama pribadinya aja, pasti aku bakal nurut dan dengerin semua kata-kata baik darinya.

See you... 💓

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...