Langsung ke konten utama

#2019HarusBahagia (1)

2019 ini merupakan tahun politik di Indonesia karena diadakannya pemilu untuk presiden dan anggota legislatif. Tapi selow lah ya, aku ga bakal bahas politik disini. Cukup di dunia kerja aja mikir politiknya, disini shantay shantay aja shaaay... Hehehe

Kenapa pake judul #2019HarusBahagia?
Flash back ke kejadian 3 tahun lalu deh ya, pernikahan gagal. Ga usah diceritain detailnya deh ya, kayaknya aku pernah posting deh dengan judul “Kita itu Lucu”. Ga sampe situ, tahun 2017 sepertinya jadi tahun terberat dihidupku. Gimana engga, tanggal 2 November 2017 ibuk meninggal 😢 (ini bakal aku tulis di postingan tersendiri, ga mau cerita disini).

2018 tahun penyesuaian tanpa ibuk. Terus asmaranya gimana? Ga gimana-gimana. Aslinya sih cengengesan kalau disinggung soal masalah cinta cintaan, tapi kalau pas lagi sendiri jadi mikir aneh-aneh cuuyy... Secara ga langsung kondisi psikis masih down walau bisa membuka hati untuk mempersilakan orang baru, tapi ga bisa bohong kalau bayang-bayang masalah with ex masih terus-terusan nempel. Jadi mau mikir deket sama orang atau melangkah ke jenjang pernikahan itu harus mikir 100 kali banget. Wkwk! Tapi seriusan dah. 

Komunikasi jadi salah satu kriteria terpenting saat ini untuk bisa deket sama laki. Karena bener-bener komunikasi itu kayak ujung tombak suatu hubungan dapat berjalan baik/tidak. Itu menurutku siiihhh...
Jadi sekarang kalau mau deket ama laki, bener-bener cari yang enak buat diajak ngobrol, buat discuss, buat ngomongin apa aja lah. Banyakan laki sekarang ini pake Men’s Ego buat sok iye di depan cewek, dan itu fatal banget sih buatku. Aku ga minat sama laki yang begitu. Kebanyakan drama!!!

Jadi nih, contoh aja ya... Misal lagi jalan bareng, terus dua-duanya sibuk sendiri mainan gawai. Lah terus esensinya jalan bareng apaan? Itu tandanya ga asik kan ya? Jadi kenapa mesti dipaksain jalan bareng kalau ga asik? Misal lagi nih, si cewe cerita tentang menu baru di Warteg A, terus si cowo dengan sok iye nya jawab, “Oh itu aku udah tau kok dari lama, biasa aja sih.” Mhaaaann udah deh cewe pasti males ngomong lagi ma eluuu. Ada pepatah bilang : if u want to fish for love, bait it with your heart, not your brain.

Sampe sini ngerti ga tujuan saya kasih judul #2019HarusBahagia apa?
Lanjutin besok lagi deh.



See you... ♥️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...