Langsung ke konten utama

Apakah Kita Berhak Memilih?

Kata orang-orang kita selalu punya pilihan, kemana kaki kita akan melangkah, kemana hati kita akan berlabuh, dan kemana otak kita akan berfikir. Tapi sepertinya aku kesusahan dalam hal satu ini. Seakan otak ini tidak bisa berfikir, kaki tidak bisa melangkah, apalagi hati...

Seiring waktu, semua terasa menjadi salah. Ketika hati sudah memilih, tetap ada saja fikiran di otak ini yang menuntut juga untuk dipahami, itu juga yang mempengaruhi kaki ini untuk melangkah. Sebenarnya aku mau apa sih?

Di dalam kamus hidupku, aku selalu berjanji untuk tidak menyusahkan orang lain, aku ambil semua resiko, aku bisa (terlihat) bahagia, yang terpenting orang lain bahagia ketika ada aku. Yang harus kita pahami, jangan sampai orang lain tidak bahagia berada disekitar kita.

Kita tidak bisa memilih kapan akan jatuh cinta, dengan siapa kita jatuh cinta, kapan akan menemukan pasangan hidup, bagaimana kelanjutan perasaan kita. Semua itu terjadi alami. Yang aku tau, cinta itu mengasihi, memprioritaskan, mengusahakan, dan memberi kebahagiaan serta rela dibagi duka.

Itu yang aku alami...
Aku tidak bisa memilih waktu kapan aku jatuh cinta dengan seorang pria, entah benar atau salah, akan berlanjut atau tidak, pertanyaan itu seolah selalu muncul di otak. Jika mencintai itu adalah salah, aku berharap tidak akan larut dalam kesedihan. Jika mencintai itu adalah benar, aku harap bisa terus-menerus merasakan itu. Bukankah cinta harus dibuktikan? Bukankah cinta harus bahagia?

Bukan karena paras, rupa, harta, dan tahta.
Cinta terbentuk alami, tanpa memandang apapun. Menerima segala baik dan buruknya, selalu berusaha membahagiakannya. Tidak masalah materi,perhatian sekecil apapun sangat berarti bagi orang lain apalagi orang yang kita cinta. Nampaknya tidak pantas kita mengucapkan cinta tanpa ada pembuktian, itu berlaku universal, tidak melulu masalah antara lelaki dan perempuan dewasa.

Nyatanya aku sekarang hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk orang yang aku sayangi, aku usahakan sebaik mungkin mendefinisikan arti cinta. Urusan berbalas atau tidak, berlanjut atau tidak, aku tidak bisa memilih apalagi memutuskan.

Jangankan masalah hati seperti ini, untuk menentukan aku mau minum kopi atau yoghurt malam ini saja aku bingung :)
Atau memilih jilbab yang akan aku kenakan untuk kerja, aku bingung :)

Semoga semua bahagia. Meski ada orang pernah berkata, aku tidak akan bisa membahagiakan semua orang. Betul memang, aku berusaha memastikan kebahagiaan orang, sedangkan aku disini menahan semua ini sendiri.

Aku (terlihat) bahagia...
Hanya menunggu untuk dipilih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...