Langsung ke konten utama

Akhir yang Semu

Euforia pemilu presiden dan wakil presiden ternyata tidak terhenti oleh tanggal 22 Juli 2014 sebagai hari pembacaan hasil resmi pilpres oleh KPU RI mengenai siapa yang menjadi pemenang dalam pilpres 9 Juli 2014 lalu, euforia kemenangan pilpres masih sangat dirasakan oleh para pelaku politik di seluruh pelosok negeri, terutama oleh para timses/relawan yang beberapa waktu lalu ikut meramaikan proses iklan politik untuk calon presiden masing-masing. Secara pribadi saya pun ikut berbangga hati dan menyadari bagaimana nikmatnya menjadi bagian dan saksi dalam sejarah perpolitikan bangsa Indonesia kali ini, untuk pilpres periode 2014 - 2019. Banyak yang bertanya, apa manfaatnya buat kamu? Coba sekarang berhenti berfikir sebagai seorang apatis dan skeptis, memang tidak ada hasil/benefit secara langsung yang saya dapatkan, itu karena saya melakukannya dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan atau balas jasa. Tapi kita nantinya akan mengetahui bahwa semua itu sangat amat bermanfaat, bukan bagi diri sendiri tapi untuk kepentingan bersama, seluruh masyarakat. Sampai ada salah seorang sahabat yang berkata, "Ngapain sih sok-sok'an ngurusin politik? Gunanya apa buat kamu? Emang kalau salah satu capres menang kamu bakal jadi anggota legislatif?", miris rasanya ketika sahabat yang notabene adalah orang terdekat selain keluarga tidak memahami kita secara mendalam, tetapi hal seperti itu hanya perlu ditanggapi dengan kepala dingin, tidak usah capek-capek menjelaskan, karena tentunya itu tak berguna dan dia tak akan mendengarkan. Cukuplah berusaha semaksimal mungkin dan tetap kawal proses perpolitikan Indonesia agar tidak keluar dari jalur yang semestinya. Memang susah menjelaskan betapa pentingnya mengawal pembangunan negeri ini kepada semua orang, tapi kita bisa membuktikan kepada semua orang bahwa kita tidak hanya menyusahkan negara dan hanya menjadi beban negara, tetapi kita ikut berkontribusi untuk kepentingan negeri tercinta ini
Ketika euforia ini belum berakhir, masalah usai pengumuman hasil pilpres juga masih belum berakhir. Masalah seakan silih berganti dan harus ada masalah agar tercipta kepuasan dari masing-masing pihak. Hasil pilpres dibacakan oleh Husni Kamil Manik, S.P. sebagai ketua KPU RI dan menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden terpilih untuk periode 2014 - 2019, tidak serta merta diterima oleh pihak dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Pihaknya kemudian melayangkan gugatan ke MK mengumpulkan bukti pendukung atas gugatannya tersebut.
Semoga apapun masalah yang ada, apapun yang akan menjadi keputusan MK dapat diterima oleh semua pihak tak terkecuali pihak-pihak "balik layar" yang ikut menyemarakkan. Apapun semoga tujuan utama adalah untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik kelompok tertentu. Berusaha berkontribusi sebaik mungkin, mengabdi untuk masyarakat tidak hanya dengan "bermain" di panggung politik, tidak harus jadi pejabat, tidak harus memakai seragam kebesaran, bekerja sesuai hati, kemampuan dan rasa ikhlas semata-mata untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal dari Basa-basi

Percaya atau tidak kalau semua berawal dari basa-basi? Iya. Seperti pengalaman saya kali ini, menemukan teman-teman yang asik dan bersahabat dengan baik sampai hari ini. Basa-basi tersebut dimulai ketika salah seorang teman berencana mengadakan liburan ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah pada tahun 2012 lalu. Pasky, mempublikasikan tentang rencana liburannya ke Pulau Karimunjawa lewat BBM, untuk menawarkan rencana trip Karimunjawa selama 3 hari 2 malam. Tanpa fikir panjang, saya privat chat untuk mengikuti trip tersebut. Setelah itu saya dan beberapa teman-teman berkumpul untuk membahas trip Karimunjawa ini.  Dari basa-basi itulah personil yang terkumpul adalah: Pasky Della Dyas Ikhsani Farid N Hidayat   Arka Yanitama M Firmansyah Kania Widiatami Hesty Dyah Saya sendiri Naaaahhh dari basa-basi inilah kita menelma menjadi sahabat yang kita namakan Genk Okol sekumpulan orang-orang penuh intrik dan tipuan....

#2019HarusBahagia (2)

Udah baca part 1 kan? Lanjut ya ☺️ Intinya ya 3 tahun ke belakang itu lagi sedih-sedihnya. Kita sebagai pribadi yang percaya keberadaan Tuhan harus percaya dong ya sama apa yang bakal Tuhan kasih untuk kita. Ga ada kehilangan kalau ga ada gantinya, itu sih yang aku jadiin pegangan selama ini. Semua masalah di hidup ini, bahagia, susah, sedih, itu sifatnya hanya sementara seperti siang dan malam. Pasti datang silih berganti. Mau diapain tetep kayak gitu. Ga ada satupun orang yang ga luput dari masalah apalagi kehilangan. Ya kan?! Intinya janji sama diri sendiri, AKU BISA BAHAGIA. Bertemu lelaki sesuai impian, menikmati, dan menjalani sisa umur dengan bahagia 🙂 Sekarang aku ga mau mikir apa kata orang lagi, apalagi kalau nyakitin diri sendiri, ga bikin bahagia, malahan bisa bikin nambah frustasi. Sengsara juga kita sendiri yang rasain, bukan orang lain. Wkwk! Karena beneran deh, hidup di bawah tekanan sosial, berdasar omongan orang, ga bakal bikin kita bahagia. Terlalu memak...

Berbisik pada Malam

Wajar saja jika kita merasakan bahagia, sedih, atau perasaan biasa saja, itu karena kita adalah manusia, yang diciptakan dengan "paket lengkap" oleh Tuhan, termasuk perasaan didalam diri masing-masing. Justru aneh atau tidak wajar jika kita tidak memiliki salah satu rasa yang saya sebut tadi, rasa-rasanya tidak afdol untuk menjadi manusia seutuhnya. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan itu tak baik bukan? Jadi, berbahagialah sewajarnya, sedih sewajarnya, atau dengan kata lain bersikap biasa saja jangan terlalu heboh. Saya pernah merasakan, entah rasa apa, yang pasti kebingungan yang sungguh luar biasa, kegelisahan, kegaduhan hati yang terus mengusik tidur, dan terbangun dengan perasaan hampa yang berlebihan. Bukan karena cinta ala ABG, tetapi kegelisahan mengenai hidup yang stagnan dan tidak ada kegiatan menantang yang harus dijalani, seperti bentuk lain dari kebosanan dan kejenuhan yang berlarut-larut. Apa yang telah saya lakukan? Apa salah saya? Pertanyaan itulah yang s...